Coba main-main ke Roxy Mas, pusat penjualan ponsel. Nongkrong di pelataran gedung pertokoan tersebut. Seperti saya, mungkin Anda akan dihampiri oleh seseorang yang hendak menjual ponsel Nokia. Yang menarik harga yang ditawarkan sangat miring. Saya ditawarkan Nokia N70 seharga Rp 980.000. Padahal harga barunya mencapai Rp 2.000.000. Nokia N73 music edition, ditawarkan Rp 1,6 juta, harga resminya Rp 3 juta. Pilihan lain ada Nokia 5310 dengan harga Rp 1,8 juta, N95 8GB seharga Rp 2,1 juta dan Nokia N95 biasa seharga Rp 2,1. Anda tidak akan mendapatkannya di toko resmi.
Bukan hanya itu. Saya juga mendengar ada orang yang menawarkan Nokia 5310 dengan harga Rp 1,4 juta. Alasannya, ini adalah barang sitaan dan dijual ke pasar melalui jalur-jalur tikus. Kabar burungnya, barang itu jumlahnya sampai satu kontainer lebih. Mengagetkan.
Terus terang, ponsel Nokia baru yang ditawarkan dengan harga kurang dari setengah harga normal membuat saya bertanya-tanya. Apa yang terjadi dengan pasar ponsel Indonesia. Setidaknya jikapun ini barang selundupan (masuk ke Indonesia tanpa pajak resmi), harga segitu masih terlalu murah. Harga semurah itu pasti juga belum menutup biaya produksi ponsel Nokia. Masa sih, ada yang mau jual rugi?
Selain harganya terlalu murah model penjualannya juga dilakukan dengan cara gerilya. Kabarnya bukan hanya di Roxy Mas saja ada orang-orang yang menawarkan ponsel Nokia super murah ini. Di berbagai pusat penjualan ponsel di kota-kota lain seperti Surabaya dan Bandung juga terjadi fenomena serupa. Tentu saja sebagai konsumen saya perlu hati-hati dengan barang-barang ini.
Telusur punya telusur, saya mendapatkan kabar bahwa ini adalah Nokia palsu yang didatangkan dari Cina. Saat ini hampir semua produsen ponsel memiliki pabrikan di Cina. Alasannya, biaya produksi dapat lebih murah. Tapi Cina juga dikenal sebagai surganya peniruan dan pelanggaran hak cipta. Jadi, kalau ada pabrikan kecil di sana iseng-iseng membuat ponsel persis seperti Nokia, sepertinya menjadi hal yang biasa. Saya juga pernah menemukan ponsel mirip Nokia dengan merek ’Nckia’.
Sebagai konsumen Anda perlu hati-hati dengan produk-produk ini. Soalnya, produk ini memang bukan buatan Nokia. Ini adalah produk abal-abal yang ditempeli logo Nokia dan dijual dengan harga super murah. Penampakan softwarenya memang sangat mirip. Tapi coba bandingkan kalau Anda masuk pada step ke 5, menu ponsel tersebut. Baru akan terasa bedanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar