Selasa, 22 April 2008

Ponsel Merek Asli Indonesia

Pasar ponsel kini sedang dimasuki oleh berbagai merek baru. Sebelumnya merek-merek seperti Nokia, Motorola, Sony Ericsson, Samsung, LG atau Benq-Siemens yang selalu terdengar mendominasi pasar. Merek-merek besar lain seperti Mitsubishi, Kyocera, Alcatel, Sagem, dan Siemens sempat menjajal pasar Indonesia, tetapi kemudian berguguran. Ada merek yang dulu pernah eksis, menghilang, lalu sekarang tampil lagi. Philips, misalnya. Nah, kini kita juga mengenal berbagai merek lain, bahkan sebagian mereka adalah merek asli Indonesia. Sebut saja Hitech, StarTech dan Nexian yang secara langsung mengakui bahwa produknya merupakan merek Indonesia asli. Sebetulnya ada juga beberapa merek lain seperti Beyond, K-Touch, D-One, Ozon, Kozi, Taxco, Lotus, atau Mito. Mereka sudah ada di pasar, tetapi tidak secara tegas mengakui negara asal merek tersebut.

Bagaimana respon mayarakat terhadap berbagai ponsel merek baru ini? Sepertinya lumayan. Sebagai contoh, Hitech dengan ponsel TV-nya berhasil membuat fenomena dengan angka penjualan yang lumayan. Bahkan dalam beberapa catatan, jumlah penjualannya melampaui berbagai tipe ponsel merek terkenal. Kekuatannya, ada pada kualitas produk, keunikan fitur dan harga yang murah!

Banyak orang masih meragukan jaringan servis center merek-merek baru tersebut, tetapi sebagian besar pemain ponsel merek baru ini bukan orang baru dalam soal perdagangan ponsel. Mereka memiliki jaringan sangat luas, menguasai jalur distribusi, dan memahami betapa pentingnya servis center. Hitech dan Startech, misalnya, menggandeng DGE yang sangat berpengalaman dalam soal servis center ponsel Siemens. Jaringan DGE juga tersebar luas di seluruh Indonesia.

Banyak orang bertanya, di negara manakah ponsel-ponsel tersebut di buat? Jawabnya tentu : Cina! Sama dengan Nokia, Motorola, atau Samsung, yang kini juga mengandalkan Cina untuk membuat produknya. Beberapa waktu lalu, memang orang masih ragu dengan kualitas ponsel buatan Cina. Tetapi dengan adanya proses transfer teknologi dari merek-merek terkenal yang membangun pabrik di Cina, akhirnya industri pabrikan ponsel disana mulai meningkatkan kualitas produknya. Bolah dibilang, saat ini ponsel-ponsel buatan Cina sudah memiliki kualitas dan kemampuan setara dengan ponsel bermerek lainnya, yang juga dibuat di Cina. Memang, persoalannya pada kontrol kualitas produk. Proses ini harus dilakukan sedemikian rupa oleh para pengembang merek ponsel asli Indonesia, agar dapat sejajar dengan merek-merek besar lainnya. Disinilah, diperlukan konsistensi dan keseriuasan.

Yang menarik, dengan kualitas yang mulai terjaga, ponsel-ponsel merek baru ini datang dengan fitur-fitur unik. Hitech memperkenalkan ponsel TV H38, yang akan dilanjutkan dengan H382 dan H39. Ponsel dengan fitur TV analog ini dijual dengan harga di bawah Rop 2 jutaan. Bisa dibayangkan jika yang memiliki fitur ini adalah ponsel merek Nokia, Motorola atau Sony Ericsson. Dipastikan harganya tidak akan kurang dari Rp 4 jutaan. Ada juga merek lain seperti Taxco atau Nexian dengan fitur dual GSM-CDMA. Jika Samsung menjual ponsel dengan fitur GSM-CDMA di angka Rp 4 jutaan, sementara Taxco dan Nexian hanya melepas ponsel dengan fitur yang sama seharga Rp 2 jutaan.

Harga murah, kualitas yang semakin terjaga, dan fitur yang beragam, membuat peluang ponsel merek asli Indonesia memiliki kesempatan bersaing dengan merek-merek besar lainnya. Perkembangannya konsumen juga makin rasional. Merek, kekayaan fitur, kualits produk, jaminan purna jual, plus harga yang rasional, akan menjadi pertimbangan penting pilihan konsumen. Selamat datang di era pasar bebas!

Tidak ada komentar: